Jumat, 25 Juli 2014

BAHAYA YANG MEMERLUKAN TINDAKAN SURVIVAL

Survival adalah pengetahuan yang sangat penting dimiliki oleh anggota Saka Bhayangkara, Karena ada bahaya - bahaya dialam terbuka yang memerlukan teknik dan kemampuan survival dalam mencegahnya. Adapun bahaya tersebut meliputi :

3 menit tanpa oksigen.

3 jam pada kasus Hypothermia dan pendarahan yang hebat.

3 hari tanpa air dan terjadi dehidrasi.

3 minggu tanpa makanan yang berarti bagi tubuh anda.

3 derajat penurunan suhu tubuh

Tindakan Survival selalu diarahkan untuk mencegah terjadinya bahaya - bahaya yang ada diatas. salah satu tindakan yang dapat diambil adalah membuat perlindungan / Shelter dan membuat api unggun. Hal ini harus kita lakukan jika :

Bila Kita kedinginan terutama saat hujan angin bahkan petir dan anda belum makan.
Bila hari sudah mulai gelap dan anda tidak mengetahui medan yang akan anda lalui.
Bila anda tersesat dan sudah terlalu lelah.

Pembuatan Shelter dan api unggun ini merupakan tindak lanjut dari pedoman " STOP " yang dapat kita lakukan.


PEDOMAN DALAM KEADAAN TERSESAT DIHUTAN


Dalam kegiatan alam terbuka, terkadang kita akan mengalami kejadian – kejadian yang mempunyai resiko berbahaya, salah satunya adalah tersesat didalam hutan, bisa saja terjadi saat kita melaksanakan kegiatan penjelajahan.

Jika hal ini terjadi, maka sangat penting untuk kita berpikir dengan tenang dan tidak boleh panik. Dalam keadaan tersesat, ingatlah selalu akan pedoman “ STOP “ yang mempunyai makna :

1.       Stop / seating 
       ( berhenti dan duduklah beristirahatlah, jangan panik )

2.       Thinking 
       ( gunakan akal anda, sadarlah akan keadaan yang anda hadapi )

3.       Observe 
      ( amati keadaan disekitar anda, tentukan arah dan bahan yang dapat dimanfaatkan atau hal yang harus anda hindari ).

4.       Planning 
      ( buat rencana dan pikirkan konsekwensinya bila anda sudah memutuskan apa yang akan dilakukan )  
    
     Penulis sendiri pernah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini dan pedoman “ STOP “ sangat bermanfaat bagi penulis untuk keluar dari situasi ini, dan terkadang kita harus lakukan langkah – langkah pedoman “ STOP “ ini hingga beberapa kali.